SISTEM BUNYI DALAM BAHASA INGGRIS

Sabtu, 24 Maret 2012


 Sistem Bunyi Dalam Bahasa Inggris
Bunyi dalam bahasa Inggris terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Vokal (Vowel)
), dan vokal belakang (a:, כ, כ:, u, u:). Pembagian vokal tersebut tergantung pada lidah dan bibir. Posisi bibir meliputi: bibir tertutup-melebar, bibir netral, bibir terbuka-membulat, dan bibir tertutup-membulat.
Ù, :, Vokal didefinisikan sebagai ‘huruf hidup yang dalam pembentukannya udara keluar melalui tenggorokan dan mulut, tanpa hambatan dan penyempitan sehingga tidak ada gesekan yang terdengar’. Ada 12 vokal dalam bahasa Inggris yang dibagi ke dalam tiga kelompok; vokal depan (i:, i, e, æ), vokal tengah (
No. Symbol Word Phonetic Transcription
1. i: see si:
2. I sit sIt
3. e get get
4. æ mat mæt
5. a: car ka:
6. כ lot l כ t
7. כ: saw s כ:
8. u put put
9. u: too tu:
t
Ù shut ∫Ù10.
δÙn another 11.
:
: fur ƒ12.

2. Diftong (Diphthong)
).
, u, כ, εDiftong adalah bunyi yang dibuat melalui pemindahan satu posisi vokal ke posisi vokal yang lain. Secara fonetik, diftong diwakili oleh urutan dua huruf, yang pertama menunjukkan posisi mulai dan yang kedua menunjukkan arah pergerakan. Diftong dikelompokkan menjadi dua, yakni diftong tertutup (ei, כ u, ai, au, כi) dan diftong tengah (i
No. Symbol Word Phonetic Transcription
1. ei day dei
2. כu go gכu
3. ai high hai
4. au now nau
5. כi boy bכi
here hi6. i
there δe7. e
shore ∫כ8. כ
tour tu9. u

3. Konsonan (Consonant)
Konsonan adalah bunyi atau huruf (huruf hidup atau mati) yang dalam produksinya udara tidak keluar secara lancar melalui mulut dan tenggorokan, tetapi mengalami hambatan atau penyempitan sehingga terdengar adanya gesekan. Konsonan dapat dikelompokkan menurut (i) titik artikulasi, dan (ii) cara artikulasi.
a. Menurut titik artikulasi
1) Labial, yaitu bunyi dengan titik artikulasi pada bibir. Labial terbagi dua, bilabial, yaitu bunyi yang diartikulasikan oleh dua bibir (p, b, m), dan labio-dental, yaitu bunyi antara bibir bawah dengan gigi atas (f, v).
2) Dental, yaitu bunyi yang diartikulasikan oleh ujung lidah dengan gigi depan (θ, δ).
3) Alveolar, yaitu bunyi yang diartikulasikan oleh ujung lidah dengan gusi (t, d).
4) Palato-alveolar, yaitu bunyi yang diartikulasikan oleh badan lidah dengan langit-langit mulut (t∫,dЗ).
5) Palatal, yaitu bunyi yang diartikulasikan oleh bagian depan lidah dengan langit-langit bagian depan (j).
6) Velar, yaitu bunyi yang diartikulasikan oleh bagian belakang lidah dengan langit-langit bagian belakang (k, g, ŋ).
7) Glottal, yaitu bunyi yang dihasilkan di glottis.
a. Menurut cara artikulasi
1) Plosive, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan menutup rongga udara sepenuhnya (p, b).
2) Affricate, yaitu bunyi yang menyerupai plosive tetapi pemisahan organ-organ artikulator dilakukan tidak terlalu cepat (t∫,dЗ).
3) Nasal, mulut tertutup sepenuhnya, langit-langit bagian belakang tetap rendah sehingga udara secara bebas melewati rongga (m, n, ŋ).
4) Lateral, hambatan terletak pada tengah-tengah mulut, udara secara bebas keluar (l).
5) Rolled, bunyi dihasilkan oleh gerakan cepat dari sejumlah organ yang elastis (r).
6) Flapped, bunyi yang menyerupai konsonan rolled tetapi hanya terdiri dari satu gerakan cepat saja (r).
7) Fricative, bunyi dibentuk dengan menyempitkan rongga udara sehingga keluarnya udara menyebabkan suara hissing (f, v, θ, δ,s,z,∫,З,h).
8) Semi-vowel, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh perpindahan secara cepat organ ucapan dari vokal tertutup ke sejumlah vokal yang lain.




Symbol Word Phon. Trans. Symbol Word Phon. Trans.
p pay peI θ think θIŋ
t tea ti: δ they δeI
k cow kau s say seI
b boy bכI z zoo zu:
d day deI ∫ show ∫כu
g go gכu З measure meЗ
m may meI r ray reI
n no nכu h high haI
ŋ sing siŋ t∫ chuw t∫u:
l low lכu dЗ joy dЗכI
ƒ fee fi: w way weI
v vow vכu j you ju:

4. Kluster (Cluster)
Kluster adalah sejumlah kata yang dibaca dalam satu nafas, misalnya, film, spending, struggle, knuckle dan pronunciation. Untuk memproduksi bunyi bahasa Inggris semacam itu, organ-organ ucapan harus bergerak secara tepat. Dalam produksi bunyi tersebut, udara datang dari paru-paru melalui rongga udara (trachea), dan kemudian melewati kerongkongan, tenggorokan, dan rongga mulut yang diatur oleh organ-organ ucapan.
Selanjutnya, pita suara terletak di tenggorokan; menyerupai dua bibir. Pita tersebut bisa terpisah dan bisa pula tertutup sehingga dapat sepenuhnya menutup rongga udara. Ketika pita suara tersebut saling mendekat dan udara terdesak dalam saluran tersebut, pita suara bergetar, sehingga memproduksi bunyi yang dikenal sebagai ‘voiced’’. Ketika pita suara saling menjauh dan udara melewatinya, bunyi yang dihasilkan dikenal sebagai ‘breathed’’, dan bunyi yang dihasilkan di tengah-tengah glottis sebagai ‘whisper’. 
C. Persamaan dan Perbedaan Antara Sistem Bunyi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
Pada dasarnya, sistem bunyi dalam bahasa Indonesia serupa dengan sistem bunyi dalam bahasa Inggris. Meskipun demikian, ada sejumlah vokal dalam bahasa Inggris yang tidak muncul dalam bahasa Indonesia. Sejumlah konsonan bahasa Inggris juga tidak muncul dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia juga dikenal adanya diftong, tetapi tidak memiliki kluster. Kluster dalam bahasa Indonesia hanya terjadi pada kata ‘pinjaman’, yaitu kata yang diserap dari bahasa lain. Dalam hal ini, kluster pada bahasa Indonesia diadopsi dari bahasa Inggris. Misalnya, strategi dari /strategy/, struktur dari /structure/, instrumen dari /instrument/, dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris, tekanan sangat penting karena mempengaruhi makna suatu kata, sedangkan dalam bahasa Indonesia tekanan tidak begitu penting karena tidak mempengaruhi makna suatu kata. Selain itu, dalam bahasa Inggris terdapat aspirated sound, yang berarti bunyi yang disertai hembusan udara yang mengikutinya ketika diucapkan .
Sejumlah bunyi dalam bahasa Inggris tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia, dan bunyi-bunyi pada kedua bahasa yang memiliki tempat artikulasi yang sama sebenarnya memiliki cara artikulasi yang berbeda. Pada dasarnya, sistem bunyi bahasa Indonesia serupa dengan sistem bunyi bahasa Inggris. Terdapat sejumlah istilah yang ada pada kedua sistem bunyi. Istilah-istilah tersebut adalah:
1. Minimal pairs
Minimal pairs adalah dua kata yang serupa dalam pengucapan tetapi memiliki makna yang berbeda dan satu bunyi yang berbeda.Misalnya saja, kata-kata dalam bahasa Inggris bin /bin/ dengan been /bi:n/, wick /wik/ dengan weak /wi:k/, full /ful/ dengan fool /fu:l/, pen /pen/ dengan pan /pæn/, dan lain sebagainya. Dalam bahasa Indonesia, ban – dan, diri – tiri, dara – tara, kayu – bayu, baik – naik, suka – luka.
2. Similitude
/, record /rikכd/, dan sebagainya. Dalam bahasa Indonesia, pada kata-kata besok, kapan, dialek dan sebagainya.
tn/, cook /kuk/, corner /kכ:nSimilitude terbentuk ketika sejumlah ragam bunyi tertentu yang sedang digunakan memiliki kemiripan dengan bunyi yang berdekatan pada suatu kata atau kalimat. Dalam bahasa Inggris, misalnya, berbagai bunyi k yang berbeda digunakan pada banyak kata seperti pada kata curtain /k
3. Assimilation
Assimilation adalah proses historis di mana bunyi, yang dipengaruhi oleh bunyi di sebelahnya, digantikan oleh bunyi-bunyi yang lain sejalan dengan berkembangnya suatu bahasa dan dengan demikian sejumlah perubahan tertentu muncul pada pelafalan kata-kata. Misalnya saja, pada bahasa Inggris, kata horse diucapkan /hכ:s/ dan shoe diucapkan /∫u:/, tetapi kata horseshoe diucapkan /hכ: ∫ ∫u:/. Dalam bahasa Indonesia, kata me- + bantu menjadi membantu, terdapat asimilasi antara m dan b.
4. Elision
d/ dan kindness dibaca /kainnis/. Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, prefiks me- + konsonan k,p,t,s akan meluluh, misalnya kata me- + tinju menjadi meninju, me- + pakai menjadi memakai.
bÙElision merupakan proses historis di mana suatu bunyi yang diucapkan lebih dahulu pada suatu kata menjadi hilang ketika kata yang sama diucapkan pada masa-masa selanjutnya. Dalam bahasa Inggris, kata cupboard dibaca /k


5. Intonation
Dalam bahasa Inggris dikenal rising dan falling intonation. Intonasi dalam bahasa Inggris mempengaruhi makna kata tetapi dalam bahasa Indonesia intonasi tidak benar-benar mempengaruhi makna kata.
Di samping persamaan-persamaan di atas, terdapat juga sejumlah perbedaan antara sistem bunyi bahasa Inggris dengan sistem bunyi bahasa Indonesia.
1. Vowels
,כ:,a:.
Ù:,æ, Tidak seperti bahasa Inggris, pada bahasa Indonesia tidak terdapat vokal i,u:, 
2. Consonants
Sejumlah konsonan pada sistem bunyi bahasa Inggris tidak terdapat pada bahasa Indonesia. Konsonan-konsonan tersebut adalah v, θ, δ,З,dan ∫.
3. Cluster
Cluster adalah sekelompok bunyi yang dibaca dalam satu nafas. Sebenarnya, dalam bahasa Indonesia juga terdapat cluster, tetapi hanya pada kata-kata ‘pinjaman’ (kata-kata yang dipinjam dari bahasa lain, dalam hal ini bahasa Inggris).
4. Stress
Stress didefinisikan sebagai tingkat tekanan suatu bunyi atau suku kata diucapkan.Dalam bahasa Inggris, stress sangat mempengaruhi makna suatu kata, tetapi dalam bahasa Indonesia stress tidak mempengaruhinya. Dalam bahasa Inggris, stress dapat muncul di awal maupun tengah kata, misalnya, ‘potograph, a’nother, oppor’tunity.
5. Aspirated sound
im/, car /kha:/, dan sebagainya.
ÙAspirated sound adalah bunyi yang disertai oleh satu hembusan udara yang mengikutinya ketika diucapkan, seperti pada p, t, k. Aspirated sound muncul hanya pada suku kata yang ditekan. Misalnya, pea /phi:/, put /phut/, time /th
D. Durasi dalam Bahasa Inggris dan Aturan-aturannya
Durasi suatu bunyi adalah lamanya waktu suatu bunyi diucapkan tanpa terputus dalam suatu kata atau frasa. Durasi bunyi mutlak ini tergantung pada tingkat ucapan; durasi ini merupakan durasi relatif suatu bunyi pada suatu bahasa dan sangat penting bagi pembelajar bahasa . Fakta-fakta penting yang berkaitan dengan durasi pada bahasa Inggris dijelaskan pada aturan-aturan berikut:


1. Durasi suatu diftong relatif lebih panjang daripada vokal murni.
Diphthongs Pure Vowels
code / kכud / cod / kכd /
nose / nכuz / nostril / n כstril /
laid / leid / led / led /
base / beis / best / best /
sail /seil / sell / sel /
late / leit / let / let /
, כ, u,).
Ù, :, memiliki durasi yang lebih panjang daripada vokal-vokal pendek (i, e, æ, 2. Vokal-vokal panjang, yaitu i:, a:, כ:, u:, dan
Long vowels Short vowels
 /
:n / fur / ffern / f
d /
bÙ:d / cupboard / kbird / b
cord / k כ:d / cod / kכd /
caught / k כ:t / cot / kכt /
hard / ha:d / had / h æd /
barn / ba:n / ban / b æn /
3. Sebuah vokal yang berada pada suku kata terbuka berdurasi relatif lebih panjang daripada yang berada pada suku kata tertutup.
Open syllable Short syllable
he / hi: / heal / hi:l /
fee / fi: / feast / fi:st /
who / hu: / whose / hu:z /
coo / ku: / cool / ku:l /
nor / nכ: / naughty / nכ:ti /
dכ:pt /
dכ: / adopt / adore /
4. Vokal yang berada pada suku kata yang ditekan berdurasi relatif lebih panjang daripada yang berada pada suku kata yang tidak ditekan.
Stressed syllable Unstressed syllable
d /
bÙ:d / cupboard / kbird / b
s /
:st / canvas / kænvfirst / f
through / θru: / throughout / θruaut /
car / ka: / Carnegi / kanedЗi /

5. Durasi vokal yang diikuti oleh konsonan hidup relatif lebih panjang daripada yang diikuti konsonan mati.
Voiced consonant Voiceless consonant
side / sai.d / sight / sai.t /
robe / rou.b / rope / rou.p /
pig / pi.g / pick / pi.k /
save / sei.v / safe / sei.f /
send / se.nd / sent / se.nt /
sword / sכ:.d / sort / sכ.t /
his / hi.z / hiss / hi.s /
cold / kכu.ld / colt / kכu.lt /
lived / li.vd / lift / li.ft /

0 komentar:

Poskan Komentar